Wanita Dengan Secangkir Kopi 2
Wanita dengan hobi menyeruput kopi
Dimana pun jasadnya berada
Kopi tetaplah menjadi favoritnya.
Seringkali wanita itu datang di kedai kopi
Ia memesan secangkir kopi
Kopi dengan level pahit tingkat tinggi
Lengkap dengan bubuk sepi
Layaknya kopi tanpa gula
Manis yang sering di rasa seakan tiada
***
Wanita yang telah lama berteman sepi
Tiba-tiba memutuskan ingin mengakhiri
Sebuah kutukan berselimut sepi
Pergilah di kediaman kerabatnya
Sesampainya di sana
Disuguhkanlah segelas susu
Lengkap dengan rasa manis
Tanda sebuah harmonis
Isi kedalaman rumah
Tentu saja rasa tak nyaman menghampiri
Dengan rasa di luar kebiasaannya
wanita tetap berusaha menikmati suguhan
Rasa manis terus dinikmati
Sembari berharap:
Pergilah kau (rasa pahit)
Yang telah lama melilit.
Sepulangnya dari kediaman kerabatnya
Wanita mengerti sebuah hal
Bahwa pahit dan manis
Adalah seni dari semesta
Yang membuat warna makin indah.
-----
Tuban, 28 Oktober 2019
Yogi Riyansyah
Wanita dengan hobi menyeruput kopi
Dimana pun jasadnya berada
Kopi tetaplah menjadi favoritnya.
Seringkali wanita itu datang di kedai kopi
Ia memesan secangkir kopi
Kopi dengan level pahit tingkat tinggi
Lengkap dengan bubuk sepi
Layaknya kopi tanpa gula
Manis yang sering di rasa seakan tiada
***
Wanita yang telah lama berteman sepi
Tiba-tiba memutuskan ingin mengakhiri
Sebuah kutukan berselimut sepi
Pergilah di kediaman kerabatnya
Sesampainya di sana
Disuguhkanlah segelas susu
Lengkap dengan rasa manis
Tanda sebuah harmonis
Isi kedalaman rumah
Tentu saja rasa tak nyaman menghampiri
Dengan rasa di luar kebiasaannya
wanita tetap berusaha menikmati suguhan
Rasa manis terus dinikmati
Sembari berharap:
Pergilah kau (rasa pahit)
Yang telah lama melilit.
Sepulangnya dari kediaman kerabatnya
Wanita mengerti sebuah hal
Bahwa pahit dan manis
Adalah seni dari semesta
Yang membuat warna makin indah.
-----
Tuban, 28 Oktober 2019
Yogi Riyansyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar