Memandangmu 1
Kusiapkan mata: —
Yang setia berjaga. Senantiasa terbuka;
Untuk menatap senyummu tanpa rasa kantuk.
Kusiapkan kopi: —
Yang sepenuh hati. Setia menemani;
Menyerahkan tatapannya pada sang pecinta.
Kusiapkan kaki: —
Yang senantiasa berdiri. Didepan kau;
Tanpa ada rasa ingin pergi; senyummu singgahi.
Kusiapkan tangan: —
Yang berkolaborasi dengan angan menulis puisi.
Senyummu mempercantik barisan larik puisi.
Kusiapkan nafas: —
Yang teratur mengulur udara;
Agar cinta tak terhempas;
ku tahan dalam paru-paru yang berbau haru.
-----
Tuban, 2019
Yogi Riyansyah
Kusiapkan mata: —
Yang setia berjaga. Senantiasa terbuka;
Untuk menatap senyummu tanpa rasa kantuk.
Kusiapkan kopi: —
Yang sepenuh hati. Setia menemani;
Menyerahkan tatapannya pada sang pecinta.
Kusiapkan kaki: —
Yang senantiasa berdiri. Didepan kau;
Tanpa ada rasa ingin pergi; senyummu singgahi.
Kusiapkan tangan: —
Yang berkolaborasi dengan angan menulis puisi.
Senyummu mempercantik barisan larik puisi.
Kusiapkan nafas: —
Yang teratur mengulur udara;
Agar cinta tak terhempas;
ku tahan dalam paru-paru yang berbau haru.
-----
Tuban, 2019
Yogi Riyansyah
Kusiapkan telinga untuk mendengar celoteh isi hatimu yg meronta ingin dikeluarkan ๐๐
BalasHapusMemandangmu...walau selalu...๐ถ
BalasHapus*malahnyanyi๐