Assalamu'alaikum....
Jumpa lagi di postingan one day one post. Setelah sebelumnya mengalami musim salju di Negara Odop yang membuat para member di Odop batch 7 malas melakukan aktifitas seperti biasanya.
Mereka hanya menghabiskan waktu dengan bersantai dan menikmati datangnya musim salju, yang membuat aktivitas di negara Odop bagian 7 di liburkan. Dan pada tulisan kali ini sudah berbeda ya gaes. Karena sudah di bagi kelas fiksi dan non fiksi. Saya selaku presiden di akun blok ini masuk dalam kelas fiksi. Dimana dalam kelas ini saya ingin meningkatkan imajinasi agar bisa terbang layaknya garuda yang terbang dengan gagah.
Oke langsung saja. Tulisan kali adalah tugas membuat ulasan dari salah satu cerpen dari ngodop.com dan saya akan mengambil cerpen yang berjudul kerinduan terakhir.
Unsur intrinsik
Tema
Cerpen yang beraroma teenlit dari Winarto Sabdo satu ini memang diatur dengan alur yang luar biasa. Dikisahkan seorang Arimbi seorang gadis yatim-piatu dan hidup sebatang kara yang menjalin hubungan dengan Yatijo seorang buruk rupa dam mempunyai kekurangan fisik di kaki kirinya. Arimbi yang memutuskan pergi ke kota meninggalkan sebuah janji pada Yatijo bila dirinya nanti kembali akan menikah dengan Yatijo. Kesetiaan Yatijo cukup besar. Bahkan kesetiaan Yatijo dianggap gila oleh lingkungannya. Karena kesetiaan Yajito menunggu Arimbi untuk pulang harus menempuh perjalanan menyusuri waktu yang cukup panjang. Tetapi di ujung rindu dari Yatijo pada Arimbi telah mencapai titik temu kerinduan itu berakhir dengan tragis dan mengharukan.
Cerpen yang beraroma teenlit dari Winarto Sabdo satu ini memang diatur dengan alur yang luar biasa. Dikisahkan seorang Arimbi seorang gadis yatim-piatu dan hidup sebatang kara yang menjalin hubungan dengan Yatijo seorang buruk rupa dam mempunyai kekurangan fisik di kaki kirinya. Arimbi yang memutuskan pergi ke kota meninggalkan sebuah janji pada Yatijo bila dirinya nanti kembali akan menikah dengan Yatijo. Kesetiaan Yatijo cukup besar. Bahkan kesetiaan Yatijo dianggap gila oleh lingkungannya. Karena kesetiaan Yajito menunggu Arimbi untuk pulang harus menempuh perjalanan menyusuri waktu yang cukup panjang. Tetapi di ujung rindu dari Yatijo pada Arimbi telah mencapai titik temu kerinduan itu berakhir dengan tragis dan mengharukan.
Alur
Alur yang digunakan adalah alur maju. Arimbi sebagai pelaku utama sempat terlena dengan kehidupan yang ia jalani di kota. Ketenaran gadis desa ini mulai naik daun saat di kota. Tetapi sepuluh tahun berselang di tengah ketenaran Arimbi, tamparan datang dari semesta saat dirinya jatuh sakit. Yang membuatnya mengingat janji manisnya pada kekasihnya yang menunggu di desa. Arimbi pun memutuskan untuk pulang ke kampung halaman bertemu dengan Yatijo.
Alur yang digunakan adalah alur maju. Arimbi sebagai pelaku utama sempat terlena dengan kehidupan yang ia jalani di kota. Ketenaran gadis desa ini mulai naik daun saat di kota. Tetapi sepuluh tahun berselang di tengah ketenaran Arimbi, tamparan datang dari semesta saat dirinya jatuh sakit. Yang membuatnya mengingat janji manisnya pada kekasihnya yang menunggu di desa. Arimbi pun memutuskan untuk pulang ke kampung halaman bertemu dengan Yatijo.
Latar
Karena cerpen ini berkisah tentang sebuah perjalanan latarnya pun mengalami perpindahan. Bermula dan terminal bus saat Yatijo mengantar Arimbi naik bus yang membawanya menuju kota perantauannya. Sesampai Arimbi tiba di kota ia sempat bekerja di sebuah tempat lokalisasi. Dan sampai di paragraf akhir cerita Arimbi kembali lagi dari kota ke desa asalnya untuk memenuhi janji dari kekasihnya.
Karena cerpen ini berkisah tentang sebuah perjalanan latarnya pun mengalami perpindahan. Bermula dan terminal bus saat Yatijo mengantar Arimbi naik bus yang membawanya menuju kota perantauannya. Sesampai Arimbi tiba di kota ia sempat bekerja di sebuah tempat lokalisasi. Dan sampai di paragraf akhir cerita Arimbi kembali lagi dari kota ke desa asalnya untuk memenuhi janji dari kekasihnya.
Tokoh dan perwatakan
Terdapat 2 tokoh utama dan satu tokoh selingan yang hadir dalam cerita ini. Yatijo yang bersifat baik dengan memegang janji kesetiaan Arimbi yang sempat terlena dengan kehidupan di kota yang ia jalani. Sementara Narni, sebagai tokoh selingan mempunyai pengaruh besar pada perubahan diri Arimbi saat di kota. Narni adalah teman Arimbi yang menjebaknya untuk menjual keperawanan pada seorang anggota dewan dengan harga melangit.
Terdapat 2 tokoh utama dan satu tokoh selingan yang hadir dalam cerita ini. Yatijo yang bersifat baik dengan memegang janji kesetiaan Arimbi yang sempat terlena dengan kehidupan di kota yang ia jalani. Sementara Narni, sebagai tokoh selingan mempunyai pengaruh besar pada perubahan diri Arimbi saat di kota. Narni adalah teman Arimbi yang menjebaknya untuk menjual keperawanan pada seorang anggota dewan dengan harga melangit.
POV
Point Of Viewnya terletak pada diri Arimbi yang menyesali perbuatannya saat meninggalkan Yajito mengalami masa haru di ujung hidup Yajito yang mendadak menjadi gila karena dibutakan janji manis Arimbi. Ketika Arimbi datang memenuhi janji manisnya dirinya seakan dibuat tak berdaya dengan takdir semesta. Sebagian ingatan akal sehat Yatijo menghilang, akhirnya ia melupakan Arimbi. Namun saat ingatan Yatijo kembali sayangnya padangan mata normal Yatijo sudah pergi. Dan ia menghembuskan nafas terakhir dengan kata "A..ku... Se.. tia.. padamu, Ar... rimbi..."
Point Of Viewnya terletak pada diri Arimbi yang menyesali perbuatannya saat meninggalkan Yajito mengalami masa haru di ujung hidup Yajito yang mendadak menjadi gila karena dibutakan janji manis Arimbi. Ketika Arimbi datang memenuhi janji manisnya dirinya seakan dibuat tak berdaya dengan takdir semesta. Sebagian ingatan akal sehat Yatijo menghilang, akhirnya ia melupakan Arimbi. Namun saat ingatan Yatijo kembali sayangnya padangan mata normal Yatijo sudah pergi. Dan ia menghembuskan nafas terakhir dengan kata "A..ku... Se.. tia.. padamu, Ar... rimbi..."
EBI
Secara keseluruhan penulis sangat memahami teknik penulisan. Tetapi masih ada setitik kata yang typo. Seperti nama tokoh Yatijo. Di bagian paragraf mendekati akhir ada yang typo dengan penulis nama ini yang ditulis Yatijob. Ada yaitu kata luar biasa yang juga typo dengan kata kuar biasa. Tetapi setitik kesalahan menulis abjad ini bagi saya tidak begitu masalah. So pasti pembaca sudah paham ada yang di maksud penulis dengan setitik typo ini. Memang benar kata orang jawa "Becik ketitik ala ketara" sepercik itu seakan menodai ribuan abjad yang telah tertata rapi.
Secara keseluruhan penulis sangat memahami teknik penulisan. Tetapi masih ada setitik kata yang typo. Seperti nama tokoh Yatijo. Di bagian paragraf mendekati akhir ada yang typo dengan penulis nama ini yang ditulis Yatijob. Ada yaitu kata luar biasa yang juga typo dengan kata kuar biasa. Tetapi setitik kesalahan menulis abjad ini bagi saya tidak begitu masalah. So pasti pembaca sudah paham ada yang di maksud penulis dengan setitik typo ini. Memang benar kata orang jawa "Becik ketitik ala ketara" sepercik itu seakan menodai ribuan abjad yang telah tertata rapi.
Unsur Ekstrinsik
Cerita ini membawa pesan moral yang cukup besar untuk pembaca selain memahami alurnya yang mudah penulis menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca.
Cerita ini membawa pesan moral yang cukup besar untuk pembaca selain memahami alurnya yang mudah penulis menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca.
(17 November 2019, YRS)






