Puisimu.
Kembali rindu berulah di tempat yang sama
Kembali aku di buat tak berdaya
Ini rindu apa rasa pilu yang kerap datang ketika mengiatmu.
Kau sering melontarkan senyum
Dan menulis puisi di laman maya
Aku hanya pasrah. Pipi di paksa memerah
Andai kau tahu. Aku membalas senyummu
Meski tak kutahu : ---
Kau tersenyum untuk siapa;
Kau bersajak untuk siapa
Senyummu....
membawa kesepianku di kerumunan pelangi.
Jantung berdebar pesan darimu --
Adalah pemompanya
Nafasku sesak. Ada ketakutan --
Yang menghambatku menyatakan rindu.
Tapi, maaf. Jemariku yang nakal
Menyatakan ingkar pada ketakutan.
Kalau saja puisi tak mempu memeluk hatimu
Kalau saja mataku yang tak kenal lelah
Merasa bosan pada jarak.
Dengan cara apa rindu dirayakan
Semoga puisi di antara dada kita selalu bergema
Hingga lupa berapa halaman sudah tertulis.
Puisi adalah surat yang tersirat
Karena ku tahu.....
Rasa ini terlalu muskil untuk tersurat.
-----
Tuban, 2019
Yogi Riyansyah
Kembali rindu berulah di tempat yang sama
Kembali aku di buat tak berdaya
Ini rindu apa rasa pilu yang kerap datang ketika mengiatmu.
Kau sering melontarkan senyum
Dan menulis puisi di laman maya
Aku hanya pasrah. Pipi di paksa memerah
Andai kau tahu. Aku membalas senyummu
Meski tak kutahu : ---
Kau tersenyum untuk siapa;
Kau bersajak untuk siapa
Senyummu....
membawa kesepianku di kerumunan pelangi.
Jantung berdebar pesan darimu --
Adalah pemompanya
Nafasku sesak. Ada ketakutan --
Yang menghambatku menyatakan rindu.
Tapi, maaf. Jemariku yang nakal
Menyatakan ingkar pada ketakutan.
Kalau saja puisi tak mempu memeluk hatimu
Kalau saja mataku yang tak kenal lelah
Merasa bosan pada jarak.
Dengan cara apa rindu dirayakan
Semoga puisi di antara dada kita selalu bergema
Hingga lupa berapa halaman sudah tertulis.
Puisi adalah surat yang tersirat
Karena ku tahu.....
Rasa ini terlalu muskil untuk tersurat.
-----
Tuban, 2019
Yogi Riyansyah

