Sabtu, 05 Oktober 2019

Mentari Berseri Di Hati Yang Murung

Mentari berseri di hati yang murung

Bersinar mentari di pagi hari. Panas berkekuatan tinggi menghujanpanaskan langit. Membiarkan yang bermain tetap tenang menikmati hadir sinar mentari, yang hadir menyinari pelita. _"Agar aku dapat menatap senyummu dengan jelas"_. Dan aku menangkap wajahmu yang indah kusalin didada.

Betapa bahagianya ini mata. Dimanjakan aroma manis dari tubir bibirmu. Kau tarik pipimu lebih simetris. Lebih dinamis. Menambah indah kearah yang lebih indah. Lebih manja teruntuk mata, agar senantiasa terbuka saat kita bermuwajahah.

Kutarik dikau. Kugandeng lenganmu. Nimamati cuaca hari. Sedang cerah. Juga ini hati yang sedang berbunga. Dan ada cinta yang mekar di tengah-tengahnya. Pongah aku. Ia merekah. Cinta....

Bagaimana bisa aku berpaling. Semantara wajahmu yang indah, selalu melayang membayang di kepala. Kau lirih. Kasih!. Untuk berpaling sungguh aku tak ingin.

Akupun ingin mengkayuh bersama empat dayung satu bahtera. Bersamamu!. Menjadi pelayar ulung mencoba betahan diterpa deras aliran yang nuju kebahagiaan.

Ini kali mengalir deras menyeret pada sinar-sinar yang redub.
Semula terang berubah remang
Semula tenang berubah bimbang.

Dihati yang murung. Selepas cintamu bergemuruh. Riuh-riuh itu. _ternyata_ hanya kunikmati seorang diri. Baru tersadar aku. Semula berlalu begitu indah. Seindah wajah saat aku bermuwajahah.

----
Tuban, 2019
Yogi Riyansyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar