Jumat, 20 September 2019

Mengapa Puisi

Mengapa puisi?

Aku lebih suka puisi. Mengapa?
Sebab puisi karya tulis abstraksi.
Sebab puisi kiasan bernilai misteri.
Setiap kata adalah rahasia.
Setiap kalimat adalah tipu muslihat,
tempat besembunyi bagi penulisnya.

Puisi punya gaya bahasa yang indah.
Bahasa langit-langit, dan melayang-layang.
Terkadang cerah -- berseri
Terkadang juga mendera dera.

Puisi adalah manifesto aksara
Luapan kata hati secara samar
Asal muasalnya pun beraneka ragam
Ada yang dari pemikiran kritis
(Kritik sosial, kritik lingkungan, dan lain-lain)
Ada yang dari kondisi suasana hati
(Jatuh cinta, bersedih atau yang lainnya)

Tak mudah memahami puisi
Sebab sutradaranya bertopeng tebal
Ada banyak kabut-kabut
-- yang berlalu lalang di halai-helai baitnya
Lihat saja bagaimana si penulis yang murung
Tapi, malah menulis puisi jatuh hati
Bagaimana penulis yang biasa-biasa saja
Tampil dalam aksaranya seakan ada apa apanya.

Pembaca seakan berbunga ketika menikmati
Seakan hanyut dalam lautan aksara
Yang indah nan sahdu
Tapi belum tentu itu ekspektasi dari penulis
Puisi memang menjadi media
Bagi penyair membolak-balik keadaan

Tapi, tak semulus itu bagi pecinta puisi
Karena tulisannya yang tak jelas
Al hasil, apa yang dimaksud pun
sering gagal paham bahakan salah paham
Setiap sudut sering kali berbeda tafsir.

Dan, yang lebih menyudutkan lagi bagi penulis puisi
Dimana karya ini adalah karya yang samar
Penjualannya di pasaran pun
tak semarak buku cerita (cerpen, novel, dll)
Atau pun buku literatur lainnya
Tetapi, salah satu penyair kondang dari indonesia pernah berpesan.
"Puisi adalah karya yang indah, asal tak mengharapkannya laku di pasaran"


--- 19 September 2019 (yrs)

4 komentar:

  1. Siap ... Puisi adalah manifesto aksara πŸ˜ŠπŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  2. Semangat para Pendidik penulis puisi πŸ‘

    BalasHapus
  3. Aku lbh suka dibuatin puisi olh org lainπŸ˜€πŸ˜€

    BalasHapus
  4. Yup, berpuisi itu bak main petak umpet sama pembacanya, y πŸ˜…

    BalasHapus