Asal Usul Merindu Kotamu
Waktu pagi aku siapkan langkah berserta angannya
Bergegas memeras rindu yang menggumpal
Magis cita-cita akan bersenandung di bumi pandhalungan
Gegap gempita menghujani seribu tanda tanya
Dari muncul fajar sampai datang senja
Kaulah rindu yang cita-citakan mataku
Tiada lelah—Tiada resah. Aku menunggu
Di peralihan hari—rindu berujung temu
Terminal Tawang Alun diam membisu
menyaksikan lelehan rindu
yang menyublim di aula senyummu
Aku terbungkam kata-kata disekap diam
Manik manis senyummu mewaliki semua
Andai aku malam. Kau lah rembulan
Cahayamu menyinari gelapku yang lama terlelap
Andai aku langit kau lah bintang gumitangnya
Parasmu menghiasi kekosongan dengan isi
Rindu ini serasa sempurna :
bergema di belantara semesta di antara rasa
Serasa kilat waktu kita saling bersua
Mengundang rindu di lain waktu.
---
Tuban, 9 Juli 2019
Yogi Riyansyah
Waktu pagi aku siapkan langkah berserta angannya
Bergegas memeras rindu yang menggumpal
Magis cita-cita akan bersenandung di bumi pandhalungan
Gegap gempita menghujani seribu tanda tanya
Dari muncul fajar sampai datang senja
Kaulah rindu yang cita-citakan mataku
Tiada lelah—Tiada resah. Aku menunggu
Di peralihan hari—rindu berujung temu
Terminal Tawang Alun diam membisu
menyaksikan lelehan rindu
yang menyublim di aula senyummu
Aku terbungkam kata-kata disekap diam
Manik manis senyummu mewaliki semua
Andai aku malam. Kau lah rembulan
Cahayamu menyinari gelapku yang lama terlelap
Andai aku langit kau lah bintang gumitangnya
Parasmu menghiasi kekosongan dengan isi
Rindu ini serasa sempurna :
bergema di belantara semesta di antara rasa
Serasa kilat waktu kita saling bersua
Mengundang rindu di lain waktu.
---
Tuban, 9 Juli 2019
Yogi Riyansyah
Selalu salut dengan penulis puisi
BalasHapusSeeorang bisa jadi puitis kalo urusan cinta hehe
BalasHapusCara menulis puisi paling mudah... Hik hiks
Hapusrindu itu memang menginspirasi jadi puisi ya hehe
BalasHapusKotaku.. kota pandhalungan.. Jember punya
BalasHapusYayaya
Hapus