Percakapan Bulan Bintang
Dingin yang kelam wajah langit malam
Bulan dan bintang larut bercakak
Ada yang tetap setia menggantung
Ada yang menunggu awan berabu hilang
Dan, ada yang salah sangka :
Dikira cerah ternyata
sudah lebih dulu memerah
Raya cakrawal nira mengalir dengan nirmalanya
Lalu lalang awan mengerjap sembunyikan bulan-bintang
Wajah mana yang lebih cerah. Kekasih...
Yang pernah hilang lalu datang
Yang baru datang pun merasa nyaman
Mengira semula baik-baik saja
Aku tak tahu. Bagaimana teriak bulan-bintang
Tak pernah ada sepatah kata
Bahkan tak pernah tahu di antaranya
Selamat malam bulan
Selamatmalam bintang
Semoga saat kau dipertemukan bercakap ramah
Galaksi akan terhias lebih indah
Tapi, mengundang pilu setelahnya.
---
Tuban, 2019
Yogi Riyansyah
Dingin yang kelam wajah langit malam
Bulan dan bintang larut bercakak
Ada yang tetap setia menggantung
Ada yang menunggu awan berabu hilang
Dan, ada yang salah sangka :
Dikira cerah ternyata
sudah lebih dulu memerah
Raya cakrawal nira mengalir dengan nirmalanya
Lalu lalang awan mengerjap sembunyikan bulan-bintang
Wajah mana yang lebih cerah. Kekasih...
Yang pernah hilang lalu datang
Yang baru datang pun merasa nyaman
Mengira semula baik-baik saja
Aku tak tahu. Bagaimana teriak bulan-bintang
Tak pernah ada sepatah kata
Bahkan tak pernah tahu di antaranya
Selamat malam bulan
Selamatmalam bintang
Semoga saat kau dipertemukan bercakap ramah
Galaksi akan terhias lebih indah
Tapi, mengundang pilu setelahnya.
---
Tuban, 2019
Yogi Riyansyah
Selalu keren ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
BalasHapusKapan ya aku bisa nulis puisi sekeren ini?
BalasHapus