Tantangan ini adalah tantangan pekan terakhir, sebelum resmi diterima menjadi member di ODOP batch 7.
Berbeda dengan postingan sebelumnya. Kalo kemaren adalah cerita bersambung. Kali ini postingannya akan mengupas sebuah biografi dari seorang perempuan yang statusnya masih sama seperti saya, calon anggota odop batch 7. Tetapi bukan dari Grup Tokyo (grup maya, juga tempat jari jemari ini bermukim selama kurang lebih dua bulan berproses di odop) si perempuan manis satu ini dari pemukiman Grup Valleta.
Langsung saja ya gaes, gak usah pake prolog panjang lebar. Kalo kepo silakan selami deret aksara bawah ini.
MANISNYA SUKABUMI
SUKABUMI, sebuah kota di provinsi Jawa Barat ini jika kita tinjau dari namanya, sepertinya orang sana sangat mencintai buminya. Begitu pun dengan Yulia, salah satu calon anggota odop batch 7 dari Kabupaten Sukabumi ini sangat mencintai nama Sukabumi, hal ini ditunjukan dengan keberadaannya yang tak pernah boyong meninggalkan alamat Sukabumi di statusnya.
Yuli. Panggilan akrab Yulia. Gadis manis yang Lahir di Kabupaten Sukabumi tepatnya pada tanggal 16 April 1999. Hingga kini nama Sukabumi masih melekat di alamatnya. Meskipun mengalami perubahan pada kata depan, dari Kabupaten Sukabumi ke Kota Sukabumi. Perubahan tempat tinggalnya tergolong masih baru, semenjak dirinya kuliah di STAI Al Masthuriyah.
Masa Kecil Yuli di habiskan di kota Kelahirannya. Begitu juga dengan masa sekolahnya. Yaitu SDN Minajaya, Madrasah Tsanawiyah Pasiripis, dan jenjang SMA di Madrasah Aliyah Negeri Surade. Sebuah Madrasah Aliyah Negeri di Kabupaten Sukabumi.
Di masa saat Yuli Aliyah dirinya juga menjadi santri yang mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Ulul Albab selama 3 tahun. Sebuah pondok yang sangat berjasa besar dalam hidupnya. Sebuah pondok yang mengenalkan nahwu sorof atau yang dikenal sebagai kunci untuk membaca kitab kuning. Bagi kalangan awam nahwu sorof adalah pelajaran sangat susah, bahkan terkadang ada juga santri yang bertahun tahun di ponpes tetapi tidak menguasai kitab kuning. Oleh karena itu pendidikan di ponpes Ulul Albab baginya membawa penggaruh besar.
Selain pernah menjalani kehidupan di Ponpes Ulul Albab, Yuli kini juga masih aktif mengabdi di dunia pesantren. Kesibukannya selain sebagai mahasiswi STAI Al Masthuriyah, dirinya kini juga abdi ndalem di Pondok Pesantren Al Masthuriyah Sukabumi.
Kehidupan pesantren seakan melekat kuat dalam dirinya. Sudah lima tahun lebih semenjak lulus SMP kehidupannya berlalu di pondok pesantren. Yuli juga sempat menunda kuliahnya setelah lulus aliyah selama satu tahun. Masa tunda itu dimanfaatkan oleh Yuli dengan tetap belajar di pondok.
Nah sobat. Mbak Yuli ini mbak santri yang menawan loh. Haa.. kok bisa saya bilang begitu? Untuk lebih lanjutnya. Jari jemari kalian jangan lelah untuk menggeser bagian bawahnya lagi ya. Untuk mengenal Mbak Yuli, yang juga mbak santri satu ini lebih dalam.
Dari mana datangnya lintah,
dari sawah turun ke kali.
Dari mana datangnya cinta,
dari mata turun ke hati.
Ciyee penulis blog ini terpesona dengan kecantikan mbak Yuli ya? Hehe.... Soal terpesona dengan kecantikan Mbak Yuli sih tentu saja bukan. Karena saya dengan Mbak Yuli bermuwajahah baru nol kali. Loh kok nol kali? Iya. Saya selaku penulis dari biografi Mbak Yuli, mata saya belum pernah satu kali pun menangkap senyum manis dari Mbak Yuli secara nyata.
Nah, kalo belum pernah menatapnya langsung. Kenapa di atasnya ada kata-kata Dari mana datangnya Cinta, dari mata turun ke hati. Iya benar kok saya selaku penulis dari biografi Mbak Yuli. Memang terpesona dengan mbak yuli. Bukan kecantikannya, tetapi terpesona pertama kali setelah membaca tulisannya yang membahas seputar tentang dirinya sendiri di akun blog milik Mbak Yuli. Tulisan itu dikemas dengan bahasa sederhana yang menjadikannya terlihat WAH. Tulisannya saja bagiku WAH, apalagi orangnya? Sebuah hal yang melatari saya di tantangan terakhir ODOP memilih Mbak Yuli untuk di kupas biografinya.
Cukup mengagumi saja ya sobat. Karena orangnya si dia bilang sudah punya calon. Duar auto ambyar. Tenang. Saya menyukainya lantaran-ketika tongkat sastra dipegang seorang santri. Maka akan terciptalah sebuah karya yang indah. Sebagain besar penyair idola saya adalah beraliran sufi. Oleh karena itu saya tak bisa membayangkan bila si manisnya Sukabumi ini menyelami lautan sastra lebih dalam hingga ke palung lautnya.
Mengetahui sepercik kisah hidup Mbak Yuli lebih dalam dari sesi tanya jawab melalui via Wa. Membuat jemari ini rasanya lebih semangat untuk menuliskan tentangnya. Tentang Mbak Yuli. Meski hubungannya hanya lewat maya.
menangkap senyummu lewat maya.
Semua itu terlalu indah.
Terlalu indah tuk di bayangkan
Juga terlalu indah untuk dijadikan nyata.
---
Padahal sekali saja mataku belum pernah menangkap manisnya bulan sabit yang terbit di sembir bibirmu. Tetapi menatapmu lewat maya, mengetahui sejengkal tentangmu, dan membaca tarian jemarimu di atas keyboard. Semuanya seperti pelangi berlapis 8 warna. Padahal pelangi hanya 7 lapisan warna. Kau sudah lebih dari lebihnya semesta dalam diriku.
Sedikit pemanis dari arah pandang saya mengenai Yulia ya gaes. Jangan banyak-banyak. Nanti muak bacanya.
kalo tadi kita membahas seputar kehudupan Mbak Yuli. Kali ini kita masuk dalam bahasan dunia menulis dari Mbak Yuli ya.
Mbak Yuli saat ini mempunyai hobi menulis. Hobi menulis ia temukan setelah mendapat pelita ketika ribuan kata-kata yang tersusun dalam sebuah buku pernah dinikmati otaknya dengan asik.
Hobi mulanya adalah membaca. Ia gemar membaca novel. Dalam satu harinya bisa mengkhatamkan satu novel. Hehe... Hebat bukan? Hobi membacanya ini mengalami perubahan menjadi menulis, setelah dirinya merasa mengapa harus menikmati karya orang lain saja. Suatu saat karya dari tangannya sendiri ingin ia baca sendiri dengan asik. Ataupun di baca orang lain, atau bisa di baca banyak orang. Nah dari sana lah debut hobi menulis Yulia dimulai.
Yulia tentu saja tidak berdiam diri untuk mewujudkan mimpinya menjadi penulis. Agar karyanya bisa dibaca banyak orang. Dan langkah saat ini yang Yulia ambil adalah bergabung ke komunitas One Day One Post. Sebuah komunitas yang mengharuskan calon anggotanya mengepost tulisannya setiap hari sepanjang hari yang telah ditentukan. Hal ini agar calon anggota ODOP (One Day One Post) bisa memproduksi tulisan lebih produktif. Disini tidak hanya yulia yang belajar saya pun belajar agar kita ulet dengan tetap menulis.
Sukabumi, sebuah kota Yulia berasal. Digadang Akan punya Penulis Fenomenal di masa depan. Ah iya. Ah masak. Benar nggak sih.? Menjadi seorang penulis adalah sebuah mimpi yang di cita-citakan Yuli. Soal kedepannya berhasil atau tidak sebaiknya pasrahkan pada Yang Maha Kuasa. Yang terpenting Yuli sudah melakoni usaha untuk mewujudkan mimpinya.
-----
Lasem, 3 November 2019
Yogi Riyansyah
Berbeda dengan postingan sebelumnya. Kalo kemaren adalah cerita bersambung. Kali ini postingannya akan mengupas sebuah biografi dari seorang perempuan yang statusnya masih sama seperti saya, calon anggota odop batch 7. Tetapi bukan dari Grup Tokyo (grup maya, juga tempat jari jemari ini bermukim selama kurang lebih dua bulan berproses di odop) si perempuan manis satu ini dari pemukiman Grup Valleta.
Langsung saja ya gaes, gak usah pake prolog panjang lebar. Kalo kepo silakan selami deret aksara bawah ini.
***
MANISNYA SUKABUMI
![]() |
| Foto Yulia dari Akun Facebook miliknya. |
SUKABUMI, sebuah kota di provinsi Jawa Barat ini jika kita tinjau dari namanya, sepertinya orang sana sangat mencintai buminya. Begitu pun dengan Yulia, salah satu calon anggota odop batch 7 dari Kabupaten Sukabumi ini sangat mencintai nama Sukabumi, hal ini ditunjukan dengan keberadaannya yang tak pernah boyong meninggalkan alamat Sukabumi di statusnya.
Yuli. Panggilan akrab Yulia. Gadis manis yang Lahir di Kabupaten Sukabumi tepatnya pada tanggal 16 April 1999. Hingga kini nama Sukabumi masih melekat di alamatnya. Meskipun mengalami perubahan pada kata depan, dari Kabupaten Sukabumi ke Kota Sukabumi. Perubahan tempat tinggalnya tergolong masih baru, semenjak dirinya kuliah di STAI Al Masthuriyah.
Masa Kecil Yuli di habiskan di kota Kelahirannya. Begitu juga dengan masa sekolahnya. Yaitu SDN Minajaya, Madrasah Tsanawiyah Pasiripis, dan jenjang SMA di Madrasah Aliyah Negeri Surade. Sebuah Madrasah Aliyah Negeri di Kabupaten Sukabumi.
Di masa saat Yuli Aliyah dirinya juga menjadi santri yang mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Ulul Albab selama 3 tahun. Sebuah pondok yang sangat berjasa besar dalam hidupnya. Sebuah pondok yang mengenalkan nahwu sorof atau yang dikenal sebagai kunci untuk membaca kitab kuning. Bagi kalangan awam nahwu sorof adalah pelajaran sangat susah, bahkan terkadang ada juga santri yang bertahun tahun di ponpes tetapi tidak menguasai kitab kuning. Oleh karena itu pendidikan di ponpes Ulul Albab baginya membawa penggaruh besar.
Selain pernah menjalani kehidupan di Ponpes Ulul Albab, Yuli kini juga masih aktif mengabdi di dunia pesantren. Kesibukannya selain sebagai mahasiswi STAI Al Masthuriyah, dirinya kini juga abdi ndalem di Pondok Pesantren Al Masthuriyah Sukabumi.
Kehidupan pesantren seakan melekat kuat dalam dirinya. Sudah lima tahun lebih semenjak lulus SMP kehidupannya berlalu di pondok pesantren. Yuli juga sempat menunda kuliahnya setelah lulus aliyah selama satu tahun. Masa tunda itu dimanfaatkan oleh Yuli dengan tetap belajar di pondok.
Nah sobat. Mbak Yuli ini mbak santri yang menawan loh. Haa.. kok bisa saya bilang begitu? Untuk lebih lanjutnya. Jari jemari kalian jangan lelah untuk menggeser bagian bawahnya lagi ya. Untuk mengenal Mbak Yuli, yang juga mbak santri satu ini lebih dalam.
Dari mana datangnya lintah,
dari sawah turun ke kali.
Dari mana datangnya cinta,
dari mata turun ke hati.
Ciyee penulis blog ini terpesona dengan kecantikan mbak Yuli ya? Hehe.... Soal terpesona dengan kecantikan Mbak Yuli sih tentu saja bukan. Karena saya dengan Mbak Yuli bermuwajahah baru nol kali. Loh kok nol kali? Iya. Saya selaku penulis dari biografi Mbak Yuli, mata saya belum pernah satu kali pun menangkap senyum manis dari Mbak Yuli secara nyata.
Nah, kalo belum pernah menatapnya langsung. Kenapa di atasnya ada kata-kata Dari mana datangnya Cinta, dari mata turun ke hati. Iya benar kok saya selaku penulis dari biografi Mbak Yuli. Memang terpesona dengan mbak yuli. Bukan kecantikannya, tetapi terpesona pertama kali setelah membaca tulisannya yang membahas seputar tentang dirinya sendiri di akun blog milik Mbak Yuli. Tulisan itu dikemas dengan bahasa sederhana yang menjadikannya terlihat WAH. Tulisannya saja bagiku WAH, apalagi orangnya? Sebuah hal yang melatari saya di tantangan terakhir ODOP memilih Mbak Yuli untuk di kupas biografinya.
Cukup mengagumi saja ya sobat. Karena orangnya si dia bilang sudah punya calon. Duar auto ambyar. Tenang. Saya menyukainya lantaran-ketika tongkat sastra dipegang seorang santri. Maka akan terciptalah sebuah karya yang indah. Sebagain besar penyair idola saya adalah beraliran sufi. Oleh karena itu saya tak bisa membayangkan bila si manisnya Sukabumi ini menyelami lautan sastra lebih dalam hingga ke palung lautnya.
Mengetahui sepercik kisah hidup Mbak Yuli lebih dalam dari sesi tanya jawab melalui via Wa. Membuat jemari ini rasanya lebih semangat untuk menuliskan tentangnya. Tentang Mbak Yuli. Meski hubungannya hanya lewat maya.
***
Aku hanya pernahmenangkap senyummu lewat maya.
Semua itu terlalu indah.
Terlalu indah tuk di bayangkan
Juga terlalu indah untuk dijadikan nyata.
---
Padahal sekali saja mataku belum pernah menangkap manisnya bulan sabit yang terbit di sembir bibirmu. Tetapi menatapmu lewat maya, mengetahui sejengkal tentangmu, dan membaca tarian jemarimu di atas keyboard. Semuanya seperti pelangi berlapis 8 warna. Padahal pelangi hanya 7 lapisan warna. Kau sudah lebih dari lebihnya semesta dalam diriku.
***
kalo tadi kita membahas seputar kehudupan Mbak Yuli. Kali ini kita masuk dalam bahasan dunia menulis dari Mbak Yuli ya.
Mbak Yuli saat ini mempunyai hobi menulis. Hobi menulis ia temukan setelah mendapat pelita ketika ribuan kata-kata yang tersusun dalam sebuah buku pernah dinikmati otaknya dengan asik.
Hobi mulanya adalah membaca. Ia gemar membaca novel. Dalam satu harinya bisa mengkhatamkan satu novel. Hehe... Hebat bukan? Hobi membacanya ini mengalami perubahan menjadi menulis, setelah dirinya merasa mengapa harus menikmati karya orang lain saja. Suatu saat karya dari tangannya sendiri ingin ia baca sendiri dengan asik. Ataupun di baca orang lain, atau bisa di baca banyak orang. Nah dari sana lah debut hobi menulis Yulia dimulai.
Yulia tentu saja tidak berdiam diri untuk mewujudkan mimpinya menjadi penulis. Agar karyanya bisa dibaca banyak orang. Dan langkah saat ini yang Yulia ambil adalah bergabung ke komunitas One Day One Post. Sebuah komunitas yang mengharuskan calon anggotanya mengepost tulisannya setiap hari sepanjang hari yang telah ditentukan. Hal ini agar calon anggota ODOP (One Day One Post) bisa memproduksi tulisan lebih produktif. Disini tidak hanya yulia yang belajar saya pun belajar agar kita ulet dengan tetap menulis.
***
Sukabumi, sebuah kota Yulia berasal. Digadang Akan punya Penulis Fenomenal di masa depan. Ah iya. Ah masak. Benar nggak sih.? Menjadi seorang penulis adalah sebuah mimpi yang di cita-citakan Yuli. Soal kedepannya berhasil atau tidak sebaiknya pasrahkan pada Yang Maha Kuasa. Yang terpenting Yuli sudah melakoni usaha untuk mewujudkan mimpinya.
-----
Lasem, 3 November 2019
Yogi Riyansyah

Ciiee ini toh org ny hehe
BalasHapusHehehe.....
HapusSubhanallah jadi pengen ketemu sama mbak yulia donkπ
BalasHapusHehe makasih ka tulisan nya, asli ini bagus banget. Berasa istimewa aja hehe
Hehehe.... Masak perlu dijembatanni odop ini untuk bertemu?
HapusKalo memang ditakdirkan, tak perlu lah jembatan karena ada kehendak tuhan. He..
HapusKehendak Tuhan dan panggilan alam ya π
HapusWkwkwk
HapusBerasa kebanyakan gula..wkwkw
BalasHapusDiabet dong hehehe
HapusCiiee yang terpesona sama mbak santrii..
BalasHapusHahaha... Iya kaya kamu yang juga mbak santri, my girl π
HapusAku mah apa...
HapusMbak santri yg ga ngerti apa apa...
Beda mah sama diaa..
Bisa kok.
HapusBisa membuatku jatuh cinta kepadamu.. hehehe
Gombal mukiyo mas π€£
HapusYaaa... Sudah punya calon.
BalasHapusAuto ambyar mas π
HapusMasih muda banget dek yulianya tapi sudah punya segudang prrstasi
BalasHapus